Hujan

Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat. Hujan–yang memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.

 

Informasi ini, yang tidak mungkin diketahui manusia di zamannya, menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an merupaka kalam Allah. Sekarang, mari kita kaji informasi-informasi tentang hujan yang termaktub di dalam Al-Qur’an.

 

Kadar Hujan

 

Di dalam ayat kesebelas Surat Az-Zukhruf, hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”. Sebagaimana ayat di bawah ini:

 

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)

 

“Kadar” yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.

 

Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra. Terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja.

 

Namun tidak demikian terjadinya, dari ketinggian berapapun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan yang sangat istimewa. Keistimewaan bentuk tetesan hujan ini meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang dengan menggunakan teknik ini).

 

Tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian, tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) Alasan tidak membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.

 

Pembentukan Hujan

 

Bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, “bahan mentah” hujan naik ke udara. Kemudian terkumpul menjadi awan. Akhirnya, tetesan-tetesan hujan pun muncul.

 

Tahapan-tahapan ini secara terperinci telah tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai pembentukan hujan disampaikan:

 

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)

 

Sekarang, mari kita lihat pada tiga tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

 

Tahap Pertama: “ Allah, dialah yang mengirimkan angin…..”

 

Gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit. Partikel-partikel ini –yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol) membentuk awan dengan mengumpulkan uap air (yang naik dari lautan sebagai tetesan-tetesan oleh sebuah proses yang dikenal dengan “JebakanAir”) di sekelilingnya.

 

Tahap Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadi bergumpal-gumpal…..”

 

Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm), awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh awan.

 

Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”

 

Partikel-partikel air yang mengelilingi kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

 

Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini, selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.

 

Referensi :

- http://www.harunyahya.com

 

PETIR

Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?

Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.

KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur’an,

“…Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS. An Nuur, 24:43)

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.

Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.

Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur’an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur’an, sesungguhnya adalah “Guruh”. Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.

Referensi :

- http://www.harunyahya.com

Ada Pelangi di Langit-Mu

“Pelangi-pelangi alangkah indahmu,

merah, kuning, hijau, dilangit yang biru,”

Begitulah penggalan lagu yang sering sekali dinyanyikan oleh setiap anak Indonesia. Hampir semua anak kecil menyukai pelangi, mungkin karena pelangi memiliki banyak warna yang menjadikan mereka terlihat sangat indah.

Begitu pula pelangi yang dua minggu lalu saya lihat dari Jl. Jend Gatot Subroto terlihat sangat indah. Padahal sudah jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah terlihat pelanggi di kota besar seperti Jakarta.

 

Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

Namun bagaimana fenomena alam ini bisa terjadi?

Bagaimana ia terbentuk?

Kapan dia terbentuk?

Berikut adalah jawabannya!

 

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (sering di singkat MeJiKuHiBiNiU).

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Dan butiran air ini bisa didapatkan setelah langit mengalami hujan yang lebat, atau pada saat awal hujan kecil. Bahkan butiran air ini bisa didapatkan di daerah air terjun yang besar. Maka dari itu jika ingin melihat pelangi setiap saat maka kunjungilah air terjun, disana akan terlihat pelanggi jika cahaya matahari melintasi butiran-butiran air itu, namun dengan beberapa syarat seperti berikut.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut.

Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Sejarah Nama Hari

Banyak orang di masa lalu, percaya bahwa langit itu berlapis tujuh. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka tentang ada-nya tujuh benda langit utama dengan jarak yang berbeda-beda. Kesimpulan ini lahir dari pengamatan mereka atas gerakan benda-benda tersebut.

Benda langit yang lebih cepat gerak-nya di langit dianggap lebih dekat jarak-nya. Lalu mereka menggambar-kan seolah-olah benda-benda tersebut berada pada lapisan langit yang berbeda-beda, mengelilingi Bumi yang berada di tengah-tengah.

Di langit pertama ada Bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpul-kan sebagai yang paling dekat. Langit kedua ditempati Merkurius (Bintang Utarid). Venus (Bintang Kejora) berada di langit ketiga. Sedang-kan matahari ada di langit keempat. Di langit kelima ada Mars (Bintang Marikh). Di langit keenam ada Jupiter (Bintang Musytari). Langit ketujuh ditempati Saturnus (Bintang Siarah/Zuhal). Inilah keyakinan lama yang menganggap Bumi sebagai pusat alam semesta.

Orang-orang dahulu (khususnya Romawi dan Yunani) juga percaya bahwa ketujuh benda langit itu adalah dewa-dewa yang memengaruhi kehidupan di Bumi. Pengaruh-nya bergantian dari jam ke jam, dengan urutan mulai dari yang terjauh (menurut pengetahuan mereka) yaitu Saturnus, sampai yang terdekat yakni Bulan.

Pada jam 00.00, Saturnus-lah yang dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Karena itu, hari pertama disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris, atau Sabtu dalam bahasa Indonesia. Ternyata, jika kita menghitung hari sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1, memang jatuh pada hari Sabtu.

Bila diurut selama 24 jam, jam 00.00 berikut-nya jatuh pada Matahari. Jadi-lah hari itu sebagai hari Matahari (Sunday).

Setelah Sun’s day adalah Moon’s day (Monday).

Hari berikut-nya adalah Tiw’s day (Tuesday). Tiw adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Mars (dewa perang Romawi kuno).

Berikut-nya adalah Woden’s day (Wednesday). Woden adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Merkurius (dewa perdagangan Romawi kuno).

Berikut-nya lagi Thor’s day (Thursday). Thor adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Jupiter (dewa Petir, raja para dewa Romawi).

Terakhir adalah Freyja’s day (Friday). Freyja adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewi Venus (dewi kecantikan Rowawi kuno).

Jumlah hari yang ada tujuh itu, dalam bahasa Arab, nama-nama hari-nya disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, sampai tujuh, yakni ahad, itsnain, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini, sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari keenam disebut secara khusus: Jum’at, sebab itu-lah penamaan yang diberi-kan Allah di dalam Al-Qur’an, yang menunjuk-kan ada-nya kewajiban shalat Jum’at berjamaah.

Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi, orang Islam tidak mempercayai hal itu (berbeda agama maka beda pula cerita yang dicerita-kan agama masing-masing), sehingga lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”

Referensi :

http://www.korananakindonesia.wordpress.com

http://www.apakabardunia.com/

Penulis: Yuris

23:27 – 07 Juni 2010

Keajaiban dari Sarang Lebah

Sebuah cairan yang manis dari seekor lebah? Ya itulah yang kita sebut dengan Madu. Mungkin semua orang sudah tau, banyak sekali manfaat dari mengkonsumsi madu, baik untuk kesehatan tubuh, pemanis yang aman untuk penderita diabetes, sampai menjadi bahan kosmetik yang alami.

Namun pada kali ini saya akan menyampaikan sebuah keajaiban dari sarang madu, sebuah tempat yang dipergunakan oleh lebah madu untuk menyimpan hasil dari pekerjaannya yaitu madu.

Jika diperhatikan di dalam sarang madu terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Tapi mengapa mereka membuat kantung-kantung itu dengan bentuk heksagonal? Para ahli matematika melakukan penelitian dan ternyata dihasilkanlah jawaban yang menarik! Ternyata bentuk heksagonal adalah bentuk yang paling tepat untuk membangun sebuah gudang penyimpanan madu dengan kapasitas terbesar dan bentuk ini juga hanya memerlukan bahan bangunan sedikit mungkin.

Jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Jika lebah kantung-kantung tersebut berbentuk tabung, seperti prisma segitiga, limas segiempat atau yang lainnya maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, jika itu terjadi maka sarang menjadi tidak efisien. Sedangkan kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah bentuk heksagonal. Karena alasan inilah, walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi daerah yang sama, tapi bahan yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Jadi kesimpulannya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit. Hebat bukan ternyata seekor lebah juga dapat menjadi arsitek yang ahli untuk membangun sebuah bangunan yang tepat.

Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama di antara mereka dalam membangun kantung-kantung madu ini. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal. Padahal sebenarnya, lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas (13) derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Sudut kemiringan juga adalah sudut yang paling tepat untuk mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah (benar-benar sempurna).

Dan satu lagi kenyataan yang menakjubkan dari sarang lebah adalah pada kenyataanya sarang lebah sangatlah steril dan bersih. Ini telah dibuktikan oleh penelitian, bahkan sarang lebah diyakini lebih steril dibandingkan dengan ruang/kamar operasi sekalipun.

Referensi :

- Quraisy Shihab

- http://www.harunyahya.com

Note: Semoga dapat menjadi ilmu yang bermafaat.

Penulis : Yuris

http://yurizone.wordpress.com/

KEAJAIBAN BURUNG HANTU

Pada kali ini marilah kita melihat sebuah keajaiban dari sang Pencipta (Allah SWT) melalui salah satu ciptaanya, yaitu seekor Burung Hantu. Banyak sekali orang (terutama anak-anak) yang takut jika melihat burung hantu, mungkin karena ia adalah termasuk sosok hewan pemburu malam yang umumnya dijumpai di malam hari dan tentunya matanya yang tajam di kegelapan malam sering menakuti manusia. Mungkin karena alasan inilah jenis burung yang dalam bahasa Inggris disebut Owl ini dinamakan sebagai Burung Hantu di dalam bahasa Indonesia.

Tapi dibalik sosok yang menakutkannya ternyata Burung Hantu ini memiliki keajaiban yang tidak dimiliki oleh mahkluk hidup lainnya di muka bumi termasuk manusia. Berikut adalah kenyataan dari keajaiban seekor burung hantu :

1. Mata Burung Hantu

mata_Burung_Hantu

Burung hantu memiliki mata yang besar dan menghadap lurus ke depan seperti manusia, tidak seperti jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, wajah burung hantu ini demikian unik dan terkadang menyeramkan. Bentuk bola mata Burung hantu adalah silinder..

Rancangan ini memberi burung pandangan menyatu yang hebat dan ia dapat melihat benda secara 3D (3 dimensi). Tapi dibalik matanya yang besar ternyata mata Burung ternyata tidak bisa melirik. Kelemahan ini berakibat pada wilayah penglihatan yang tidak luas (mungkin hanya 15-20 sudut derajat saja). Akan tetapi, untuk menutupi kelemahannya ini ternyata Burung Hantu  dapat memutar kepalanya hingga 270 derajat (3/4 putraran) dan ia dapat melihat ke belakang dengan mudah. Sungguh ini sebuah keajaiban hanya untuk seekor burung, sehingga sering sekali Burung Hantu terlihat dapat memutar kepalanya hingga 1 putaran penuh. Dan kenyataan-nya putaran kepala Burung Hantu untuk melihat sekelilingnya lebih cepat dibandingkan dengan gerakan mata manusia untuk melihat sekelilingnya. Dan selain itu putaran kepala burung hantu ini dipercaya berfungsi untuk mengikuti suara gerakan mangsa yang diincarnya.

2. Sayap Burung Hantu

Burung hantu memiliki sayap dengan lebar 21,7 inci (55 sentimeter), merupakan sosok pemburu malam yang sempurna. Dan ia juga memiliki bulu-bulu sayap yang sangat halus untuk membantunya terbang hampir tanpa suara dan dapat menangkap mangsanya dengan mudah. Sayap Burung Hantu ini merupakan wujud dari sistem Aerodinamis yang sempurna, bahkan Burung hantu jenis Peregrine Falcon adalah burung hantu tercepat di dunia ia dapat terbang menukik dengan kecepatan mencapai 350 km/jam dengan sempurna.

Begitu sempurnanya Sistem Aerodinamis seekor burung (terutama Burung Hantu) maka manusia menirunya untuk sistem Aerodinamis yang digunakan untuk pesawat terbang mereka.

sayap_burung_hantu

flight_technology

3.Pilot Terbang yang hebat

Karena di dukung oleh sayapnya yang hebat serta Sistem Aerodinamis yang sempurna. Satu keajaiban lagi dari Burung Hantu. Yaitu Burung hantu pemakan bangkai tercatat dapat terbang di ketinggian lebih dari 11.000 m, kemampuan terbang ini sama dengan tingginya terbang sebuah pesawat jet buatan manusia yang bentuk dan berat-nya jauh lebih besar daripada seekor Burung Hantu yang kecil dan ringan. Sungguh ini sebuah keajaiban dari penciptaan-NYA.

Note: Semoga dapat menjadi ilmu yang bermafaat.

Penulis : Yuris

http://yurizone.wordpress.com/

Earthquake

Gempa Bumi sekarang kerap kembali menimpa Negara kita (Indonesia). Masih hangat berita tentang gempa di Tasikmalaya tanggal 2 September 2009, yang gelombang gempa-nya terasa sampai daerah bandung, Jakarta, dan bali. Dimana gelombang gempa di tasik Malaya mencapai 7,3 Skala Richter.

Dan akhir-akhir ini gempa susulan menimpa saudara kita di Sumatera Barat, dimana gelombang gempanya lebih besar daripada gempa kemarin di Tasikmalaya yaitu sekitar 7,6 Skala Richter, tentunya gempa ini lebih banyak memakan korban, baik korban jiwa, korban luka atau korban harta benda. Dimana korbannya mencapai sekitar kurang lebih 1.100 orang tewas dan mungkin masih ada ribuan orang yang terperangkap di reruntuhan banguan yang ambruk.

Di dalam tulisan ini, saya Yuris sebagai penulis ingin menyampaikan sebuah informasi tentang gempa. Baik itu semua yang berhubungan dengan gempa, dan bagaimana cara untuk menghadapi gempa bumi.

Gempa bumi adalah suatu getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Dimana pergerakan tersebut dapat disebabkan oleh 2 sumber yaitu sebagai berikut

1. Gempa Tektonik.

Yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempengan yang berada didalam bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik. Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Berikut adalah contoh dari gempa tektonik yang terjadi di bumi :

  • 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari sesar geser semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  • 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
  • 12 September 2007 – Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
  • 27 Mei 2006 – Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • 8 Oktober 2005 – Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
  • 26 Desember 2004 – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia; merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
  • 1 September 1923 – Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

(sumber : http://id.wikipedia.org/)

gempa padang

2. Gempa Vulkanik.

Yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh gunung merapi yang sedang aktif, dimana pergerakan yang terjadi di dalam perut gunung tersebut menhasilkan sebuah guncangan di atas permukaan bumi. Pada umumnya guncangan yang terjadi yang disebabkan oleh gempa vulkanik ini lebih kecil daripada gempa tektonik dan wilayah yang berguncang karena gempa vulkanik ini juga terjadi hanya di sekitar wilayah gunung tersebut. Frekuensi gempa vulkanik yang dominan berkisar antara 1 sampai 5 Hz, selain frekuensi rendah  lainnya.

Berikut adalah contoh dari gempa tektonik yang terjadi di bumi :

  • Gempa bumi di daerah G.St. Helen tgl 23 November 1987, magnitude 1,2, kedalaman pusat gempa < 1 km, jarak episenter. (sumber :Washington State Departement of Natural Resources)

Bagaimana cara yang terbaik untuk menghadapi gempa bumi?

1. Jika terjadi gempa bumi pertama kali yang anda harus lakukan jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung, hotel/apartemen, adalah keluar secepatnya dari bangunan tersebut untuk menghindari resiko yang besar jika bangunan tersebut runtuh.

Tapi untuk bangunan tertentu seperi gedung perkantoran yang tinggi atau hotel / apartemen mungkin sulit untuk keluar dari banguan tersebut karena disebabkan oleh banyaknya orang yang keluar dan lift yang mati. Jika anda sedang berada di dalam gedung tinggi yang sulit untuk keluar dari gedung tersebut jangan tergesa-gesa untuk keluar, karena mungkin anda akan mendapat resiko kecelakaan yang lebih besar. Jalan alternatif untuk melindungi diri dari reruntuhan gedung, adalah sebagai berikut :

  • lindungilah diri anda dibawah meja yang kuat,
  • Atau jika tidak ada meja dekatkanlah diri anda di sebelah pintu / jendela karena struktur dari pintu dan jendela lebih kuat dibandinkan dengan bangunan di tengah atau di dinding tengah.

2. Jika masih sempat siapkanlah tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya:

  • Lampu senter berikut baterai cadangannya
  • Air minum +/- 2 liter dan Makanan yang tahan lama seperti biskuit.
  • Kotak P3K berisi obat menghilangkan rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya.

3. Jika gempa bumi terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, jangan sekali-kali mengerem dengan mendadak atau menggunakan rem darurat. Kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan anda di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel bertegangan tinggi, atau di bawah jembatan penyeberangan. Karena akan sangat beresiko untuk diri anda.

Semoga berguna untuk semua!

Penulis : Yuris

https://yurizone.wordpress.com/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.