Keindahan Seni Bangunan Gereja Katerdal Jakarta

Sebagai negara yang menjamin kebebasan rakyat untuk memeluk agama masing-masing sesuai yang tercantuk dalam UUD 1945. Tentunya Indonesia mempunyai banyak sekali tempat ibadah, seperti Masjid, Gereja, Vihara, Kuil, dan lainnya. Indonesia sangatlah menganjurkan toleransi antar umat beragama, ini memang terlihat di daerah jakarta pusat yaitu adanya 2 tempat ibadah yang saling berhadapan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katerdal Jakarta.

Namun pada tulisan saya kali ini akan memuat tentang Gereja Katerdal Jakarta. Gereja Katerdal Jakarta yang mempunyai nama resmi “Santa Maria Diangkat Ke Surga” diresmikan pada tahun 1901 berdasarkan arsitektur bergaya neogotik dari Eropa ini menjadi salah satu bangunan ibadah yang memiliki pesona dan karisma tersendiri di Ibu Kota Jakarta.

Gereja ini dibangun dengan mengikuti aliran elektis dalam arsitektur atau yang lebih dikenal dengan neo-ghotic dari Eropa, karena arsitektur seperti ini merupakan tiruan dari gaya ghotic. Neo-ghotic sangat lazim digunakan untuk membangun gereja beberapa abad yang lalu. Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung gereja  terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 gereja itu pun sempat roboh.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Keindahan interior gereja dipadukan cahaya matahari yang masuk lewat kaca jendela, membuat pengunjung betah berlama-lama. Tidak jauh dari pintu masuk utama, bagi pengunjung yang ingin menyaksikan koleksi-koleksi benda bersejarah dan antik milik gereja, bisa naik ke lantai dua dengan menyusuri tangga yang terbuat dari kayu jati. Langit-langit pada gereja katerdal ini juga menggunakan kayu jati yang dibentuk seoah-olah ghotic, sedangkan untuk menaranya tidak dibuat dari batu alam tapi dari bahan yang lebih modern yaitu baja dengan hiasan seolah-olah pahatan batu alam.

Masih banyak lagi keindahan tentang Gereja Katerdal Jakarta ini, yang tentunya akan membuat kehidupan umat beragama didunia semakin indah pula.

Referensi :

http://www.google.com

http://www.id.wikipedia.org

Penulis: Yuris

21:23 – 19 Mei 2010

One Response

  1. bgus bnget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: